HAEGEUM, Alat Musik Tradisional Korea

Alat musik tradisional Korea yang kini mendapat sorotan dari dunia musik dan juga banyak mendapat popularitas di masyarakat tidak lain adalah Haegeum. Haegeum┬ámerupakan salah satu di antara alat musik penting, sehingga tidak boleh dihilangkan dalam memainkan baik musik tradisional asli, maupun musik ciptaan baru. Hari ini akan kami perkenalkan Haegeum, alat musik Korea yang banyak dicintai oleh baik pemusik, maupun insan pencinta musik tradisional Korea, yaitu sebuah karya musik yang diekspresikan dengan indah lewat alat musik Haegeum, berjudul “Arirang”

Haegem dimainkan dengan menggesek 2 senar yang terbuat dari benang sutra dengan alat gesek yang terbuat dari rambut kuda. Alat musik itu sering diperbandingkan dengan biola dunia barat dan Eolhu Cina, namun Haegeum memiliki perbedaan besar di bidang warna suara dan cara memainkannya. Pemusik menciptakan irama dengan memegang atau melepaskan 2 senar secara serentak dengan 4 jari tangan, kecuali induk jari tangan. Menciptakan nada irama tinggi dan rendah dengan memindahkan tangan ke atas dan bawah nampaknya tidak berbeda dengan alat musik gesek lainnya. Akan tetapi, nada irama yang dapat dirasakan dari irama yang dihasilkan jauh berbeda dengan irama dari alat-alat musik negara lainnya. Haegum menimbulkan warna suara yang kadang-kadang merasa menyedihkan, atau kadang seperti tersenyum pada kita dengan lembut.

Seorang pemusik Haegeum yang terkenal, Jeong Soo-nyun dapat disebut sebagai pemusik Haegeum terkemuka yang mampu mempertunjukkan teknik permainan yang sangat sulit sekalipun dengan lancar. Jeong Soo-nyun adalah seorang pemusik yang memiliki kemampuan dan keinginan yang luar biasa sehingga tidak heran kalau dia selalu mendapat perhatian dari masyarakat. Jeong Soo-nyun baru-baru ini mengeluarkan sebuah album permainan Haegem dengan harapan dapat mempertunjukan emosi yang ada. Dia mengedarkan album permainan Haegem hasil kolaborasi dengan para musisi dari berbagai bidang baik di dalam dan luar negeri sehingga dapat lebih dekat dengan masyarakat. Album itu berjudul ‘kekosongan barang-barang indah’. Album Jeong Soo-nyon kali ini juga melibatkan kelompok pemusik ruangan, Selgidung dan kelompok orkes musik tradisional Korea, KBS serta syair 2 nomor musiknya dibuat oleh penggubah musik tradisional Korea. Album itu nampaknya merupakan inspirasi untuk menciptakan musik ‘New Age’ gaya Korea. Nah, sdr! mari kita coba mendengarkan karya musik yang termuat pada nomor pertama dalam Album, berjudul “kekosongan barang-barang indah’. ‘Arirang’ yang diaransir menurut gaya musik modern yang ditambahkan rasa gaya jazz ini disebut sebagai musik tradisional fusion. ‘Arirang’ yang berirama campuran tentu terasa baru dan istimewa, serta menciptakan nuansa santai.